Judul: Melbourne
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagas Media
Ketebalan: 324 halaman
Terbit: Cetakan pertama, 2013
Cetakan
ketiga, 2013
ISBN: 979-780-645-6
Blurb:
Pembaca tersayang,
Kehangatan Melbourne membawa siapa pun untuk bahagia.
Winna Efendi menceritakan potongan cerita cinta dari Benua Australia, semanis karya-karya sebelumnya: Ai, Refrain, Unforgettable, Remember When, dan Truth or Dare.
Seperti kali ini, Winna menulis tentang masa lalu, jatuh cinta, dan kehilangan. Max dan Laura dulu pernah saling jatuh cinta, bertemu lagi dalam satu celah waktu. Cerita Max dan Laura pun bergulir disebuah bar terpencil di daerah West Melbourne. Keduanya bertanya-tanya tentang perasaan satu sama lain. Bermain-main dengan keputusan, kenangan, dan kesempatan. Mempertaruhkan hati di atas harapan yang sebenarnya kurang pasti.
Setiap tempat punya cerita.
Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari Melbourne bersama pilihan lagu-lagu kenangan Max dan Laura.
Enjoy the journey,
Editor.
Editor.
***
"Gue percaya akan cinta pada pandangan pertama. Tapi, gue tahu, jatuh cinta pada seseorang nggak selalu terjadi sesuai teori dalam buku, atau kayak kisah-kisah romantis dalam film. Manusia nggak bisa milih kapan waktu yang tepat untuk jatuh cinta"- hal 61
Novel pertama dari Winna Efendi yang aku beli dan juga novel seri STPC pertama yang aku punya. Beberapa sudah aku punya, tapi beberapa masih berusaha mencari. Sudah hampir lima kali baca cerita ini. Dan baru kepikiran untuk review sekarang. Di buku ini, setiap babnya dinamai dengan judul lagu-lagu yang mempunyai kenangan sendiri, dan lagu-lagu tersebut masuk kedalam sub judul lagi seperti rewind, play, pause, dan fast forward. Lagu-lagu tersebut mewakili kenangan-kenangan setiap orang.
Sudut pandang yang dipakai Winna dibuku ini bergantian. Kadang menggunakan sudut pandang Max, kadang juga menggunakan sudut pandang Laura. Cara penuturan bahasanya-pun berbeda, Max dengan lo-gue dan Laura dengan aku-kamu. Dan menurut aku sangat enak pembawaannya. Kita seperti dibawa kedalam pikiran sudut pandang tersebut.
Di buku ini bercerita tentang mantan yang kembali bertemu setelah lima tahun berpisah, dan kembali menjalani aktivitas seperti sebelum mereka berpisah. Juga persabahatan Laura dan Cecily, dan juga tentang perasaan aneh yang dirasakan Laura ketika bersama Evan; pacar Cecily. Aku suka bagian ketika Max mengajak Laura ke kamarnya lalu dia memperlihatkan hasil karyanya kepada Laura yang menampilkan replika lanscape kota Melbourne di malam hari lewat intalasi-intalasi lampu kamarnya. Disitu memperlihatkan betapa Max sangat menyukai cahaya dan sangat terobsesi dengan cahaya. Aku juga suka dengan persahabatan Laura dan Cecily karena mereka mengerti satu sama lain dan tidak pernah merasa siapa lebih dari siapa yang sering kali dilakukan oleh sekumpulan teman.
Penggambaran kota Melbourne dari Winna sudah cukup buat aku membayangkan bagaimana kota Melbourne sebenarnya.
Ini beberapa kutipan dalam novel yang aku suka:
"Karena percaya segala sesuatu perlu diucapkan saat dirasakan dan dipikirkan, supaya nggak ada rasa sesal dikemudian hari" hal.66
"Nyaman adalah berbagi waktu tanpa perlu merasa canggung" [hal.94]
"Cinta pertama adalah ketika untuk pertama kalinya dalam hidup lo, lo mampu melihat segala sesuatu dengan jelas, merasa lebih hidup, dan ingin jadi versi terbaik dari diri sendiri, saat dia berada disamping lo. Saat hidup lo berubah berantakan dan masih berpikir, screw this mess, at least i still have you by my side" [hal.124]
"Those kind of feelings don't show with just anyone. It has to be with the right person" [hal.155]
"Tangisan tidak hanya diperuntukan bagi orang-orang yang lemah. Tangisan diciptakan untuk orang-orang kuat, untuk mengingatkan mereka bahwa kesalahan adalah sesuatuyang wajar, dan tidak apa-apa jika sesekali kita merasakan takut, sesal, ataupun sedih" [hal.176]
"Bagimana caranya mendefinisikan rasa untuk seseorang saat kau sendiri tidak tahu apa yang seharusnya kau rasakan? [hal.198]
Aku kasih 4 dari 5 bintang untuk buku ini. Dan itu aja yang bisa aku review, maaf banget kalo review nya masih jelek. Karena memang masih mencoba dan belum terlalu berbakat banget :( Maaf kalo ada salah kata. hmm Bye~
Sudut pandang yang dipakai Winna dibuku ini bergantian. Kadang menggunakan sudut pandang Max, kadang juga menggunakan sudut pandang Laura. Cara penuturan bahasanya-pun berbeda, Max dengan lo-gue dan Laura dengan aku-kamu. Dan menurut aku sangat enak pembawaannya. Kita seperti dibawa kedalam pikiran sudut pandang tersebut.
Di buku ini bercerita tentang mantan yang kembali bertemu setelah lima tahun berpisah, dan kembali menjalani aktivitas seperti sebelum mereka berpisah. Juga persabahatan Laura dan Cecily, dan juga tentang perasaan aneh yang dirasakan Laura ketika bersama Evan; pacar Cecily. Aku suka bagian ketika Max mengajak Laura ke kamarnya lalu dia memperlihatkan hasil karyanya kepada Laura yang menampilkan replika lanscape kota Melbourne di malam hari lewat intalasi-intalasi lampu kamarnya. Disitu memperlihatkan betapa Max sangat menyukai cahaya dan sangat terobsesi dengan cahaya. Aku juga suka dengan persahabatan Laura dan Cecily karena mereka mengerti satu sama lain dan tidak pernah merasa siapa lebih dari siapa yang sering kali dilakukan oleh sekumpulan teman.
Penggambaran kota Melbourne dari Winna sudah cukup buat aku membayangkan bagaimana kota Melbourne sebenarnya.
Ini beberapa kutipan dalam novel yang aku suka:
"Karena percaya segala sesuatu perlu diucapkan saat dirasakan dan dipikirkan, supaya nggak ada rasa sesal dikemudian hari" hal.66
"Nyaman adalah berbagi waktu tanpa perlu merasa canggung" [hal.94]
"Cinta pertama adalah ketika untuk pertama kalinya dalam hidup lo, lo mampu melihat segala sesuatu dengan jelas, merasa lebih hidup, dan ingin jadi versi terbaik dari diri sendiri, saat dia berada disamping lo. Saat hidup lo berubah berantakan dan masih berpikir, screw this mess, at least i still have you by my side" [hal.124]
"Those kind of feelings don't show with just anyone. It has to be with the right person" [hal.155]
"Tangisan tidak hanya diperuntukan bagi orang-orang yang lemah. Tangisan diciptakan untuk orang-orang kuat, untuk mengingatkan mereka bahwa kesalahan adalah sesuatuyang wajar, dan tidak apa-apa jika sesekali kita merasakan takut, sesal, ataupun sedih" [hal.176]
"Bagimana caranya mendefinisikan rasa untuk seseorang saat kau sendiri tidak tahu apa yang seharusnya kau rasakan? [hal.198]
Aku kasih 4 dari 5 bintang untuk buku ini. Dan itu aja yang bisa aku review, maaf banget kalo review nya masih jelek. Karena memang masih mencoba dan belum terlalu berbakat banget :( Maaf kalo ada salah kata. hmm Bye~

