Sabtu, 22 November 2014

Aku, mereka dan sendirian

Hai guys!
Kalian pernah gak sih ngerasa sendirian ditengah keramaian? Mungkin ada beberapa dari kalian yang merasakan, karena aku juga merasakan yang sama. Jujur saja, itu yang aku rasain. Gak pernah dianggap saat aku ada ditengah-tengah mereka, mungkin aku hanya ikut tertawa mungkin juga aku hanya ada disana tapi mereka tidak merasa aku bersama mereka. Aku, mereka dan sendiri. Pernah gak sih kalian tuh punya pikiran gini sama temen deket kalian atau sahabat kalian, 'apa yang buat lo ketawa gak buat gue ketawa dan apa yang buat gue ketawa gak juga buat lo ketawa' seenggaknya itu yang aku rasakan. Bisa gak kita bertahan? Atau kita harus lepas dari mereka? Kalian pernah ngerasa kalo sahabat kalian lebih betah dengan teman barunya daripada kita?
Sendirian mungkin kata itu pantas buat siapapun yang merasakan hal yang sama denganku. Tapi kita gak perlu berkecil hati...

kadang mereka yang kita anggap tidak akan pernah sendiripun, pasti mernah merasakan apa yang aku rasakan. Bedanya, mereka berusaha untuk terlihat. Tidak seperti aku. Aku hanya diam pasrah, tidak mencoba untuk terlihat diantara keramaian. Tidak mencoba untuk bersuara walau tidak benar. Tapi sekarang aku sudah tidak kuat. aku mulai membaur dengan mereka yang selalu menghargai orang lain. bukan seseorang yang selalu berpura-pura peduli disaat-saat tertentu. aku benci kepura-puraan. Aku benci. Tapi kadang aku membutuhkan mereka. Hanya sekedar bercengkrama. Hanya sekedar bertanya sesuatu yang belum pasti. Hanya sekedar bertukar sapa. hari ke hari aku mulai mencintai mereka yang aku benci. Aku mencintai mereka dengan sikap mereka yang tidak peduli dengan aku. I Love you 😊

Selasa, 17 Juni 2014

kedatangan teman baru....

tepatnya pada tanggal 17 juni 2014 aku bersama ibuku berniat membeli kelinci betina yang baru. karena tidak tega melihat sigembul tinggal sendirian karena baru saja ditinggal oleh temannya. kami berdua sudah bersiap untuk pergi kepasar hewan dekat stasiun tegal. didekat stasiun situ ada pet shop. tujuan pertama kami adalah pergi kesana dan setelah itu pergi kepasar hewan dekat pet shop itu berada. saat sampai disana, aku dan ibuku hanya menemukan anakan kelinci yang baru berusia jalan 3bulan.

Sayang sekali, mereka masih sangat kecil, jika aku membelinya belum satu hari saja mereka sudah mati karena terinjak-injak oleh si gembul yang berbadan besar. Karena tidak menemukan apa yang kami cari akhirnya kami pergi menyebrang kepasar hewan, mencari kelinci yang sreg dengan kami :) Setelah menemukan toko yang menjual kelinci kami melihat-lihat beberapa kelinci yang dipajang didepan. Rasanya ingin membeli semuanya, tapi karena untuk saat ini aku hanya membutuhkan satu untuk si gembul, ibupun berusaha menawar harga yang diberikan oleh sipenjual tapi sayang harga sudah pas.

Akhirnya kamipun membeli salah satu kelinci yang terpajang disana. Kami membeli kelinci yang berwarna hitam dan putih layaknya kehidupan. Saat ini dia sedang beradaptasi dengan lingkungan rumahku, mungkin tepatnya beradaptasi dengan rumah barunya bersama gembul. Hihi diam-diam aku sudah menyukai gembul seperti kelinciku yang mati dulu. :) Semoga kamu bahagia dengan teman baruku/ mungkin kado dariku :) ini hanya cerita tentang kelinciku :)

Senin, 16 Juni 2014

my beloved bunny

Pada tanggal 13 juni 2014, aku kehilangan kelinci kesayanganku. Dia yang aku sayangi, dia yang seperti temanku sendiri pergi meninggalkanku. Saat itu jum'at pagi, aku berniat untuk memberikan pakan pada kedua kelinciku, aku merasakan keganjalan karena dari dua kelinciku hanya milik kakakku saja yang keluar dari rumah kelinci. Aku masuk kekandang mencoba mencari yang satu lagi. Tapi sayang, aku menemukan kelinci kesayanganku sudah terbujur kaku dikandangnya. Aku segera memanggil ibuku, bukan berarti aku takut menariknya keluar dari kandang tapi karena aku tidak kuat melihat dia terbujur kaku karena kebodohanku. Aku berusaha tak menangis dirumah, bukannya aku menangis dirumah malah aku menangis disekolah yang membuat teman-temanku khawatir. Mereka mengira aku patah hati atau semacamnya, teman-temanku berusaha menanyakan kenapa aku seperti ini? Tapi aku tak menggubris mereka. Lebih baik aku diam, terasa aneh mungkin ditelinga mereka jika aku menangis karena kelinciku meninggal. sangat aneh. Saat disekolah entah kenapa semua memoriku dengan kelinciku itu terulang dengan cepat bahkan mungkin aku bisa mengulangnya jika aku mau. Saat kedatangannya dirumahku, saat mereka mulai akrab denganku dan saat aku mengajak kelinci kesayanganku keluar rumah hanya segedar membuatnya menghirup udara pagi dan meenggangkan otot-ototnya.dan saat malamnya saat aku sedang membuka word tentang semua penyakit kelinci aku baru tahu kalau kelinciku mengidap penyakit radang paru. Ciri-cirinya sangat sama, yaitu susah bernafas biasanya kepala keatas, tidak nafsu makan, batuk-batuk. Aku merasa tidak ingin hal itu terjadi pada kelinciku yang terakhir. Aku mulai menyayanginya seperti aku menyayangi kelinciku yang sudah disisi tuhan. Dan sekarang aku hanya tinggal mencari pengganti kelinciku yang mati agar bisa menambah keturunan dan bertambah ramelah kandang kelinciku nanti. Nah ini cerita tentang kelinciku, tunggu ceritaku yang lain ya :)