Rabu, 21 Oktober 2015

They don't care about it

Banyak orang tidak terlalu peduli dengan ku. Mereka berfikir aku baik-baik saja dengan kelakuan mereka yang seperti itu. Karena mereka tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan. Dan jika mereka merasakan itu mereka juga tidak akan pernah ingin merasakannya.

Tapi apakah mereka pernah sedikit saja berfikir bahwa jika mereka merasakan seperti itu akan sangat sakit rasanya????

Mereka tidak akan pernah tau kalau mereka tidak pernah mencoba merasakannya. Liat saja nanti ....... 🙅

Selasa, 11 Agustus 2015

Still CRAZY

Udah tahun ajaran baru nih.... pastinya udah semakin senior aku dan teman-temanku. Tepatnya kelas 12 atau kelas 3 SMA. Duh pasti juga semakin tua umur kita.

Dan pastinya akan semakin serius pula kita buat meriam pelajaran. Entah kenapa, di kelas 12 ini kerasa banget kalo kita harus bener-bener belajar. Dilihat dari guru-guru yang rajin banget masuk kelas.

Dan juga dari temen-temen semua yang pada serius dalam mengikuti pelajarannya.

But, disaat serius itu pula kita para senior merasa jenuh. Padahal baru beberapa hari kita serius tapi udah jenuh. Jadi aku dan teman-temanku yang lain selalu membuat kesenangan disela-sela pelajaran ataupun pada jam istirahat.

Dan itu adalah kekonyolan yang sangat kekanak-anakan. Tapi kami menyukainya. Mungkin karena kami gak akan selamanya serius. Atau bahkan kami tidak bisa serius.

Contoh kekonyolan kita adalah kemarin 11/08. Kita berfoto bersama. Itu dimulai dari Hanum dan Nonop yang berfoto berdua. Diganggu oleh shania. Dan akhirnya kami ber7 berfoto sendiri-sendiri dengan ke gangguan yang dilakukan nabila dan shania..

Sampai akhirnya kami bisa foto ber7 dengan damai. Dan inilah hasil foto kami.....

Selasa, 30 Juni 2015

I duno what the title

Tepatnya kemarin kita melakukan kegiatan bukber. Ex- MAGNUM. Nama yang cocok setelah kejadian itu. Nama yang sangat pas. Bahkan mungkin sebenarnya tidak ada nama yang pas setelah itu.

Aku bisa bilang ini tidak direncanakan. Sama sekali. Jadi kalian berfikir ini sangat direncanakan, kalian salah. Salah besar. Kami/kita sudah membuka pintu hati kita untuk tidak saling membedakan satu sama lain. Dan inilah hasilnya.

Awalnya temanku "Hanum" mengajak 17 anak di kelas ku (hanya anak putri) untuk kegiatan bukber ini. Tapi ternyata hanya 9 anak yang bisa. Dan ternyata ketika sampai ditempat hanya ada 5 orang. Yaa... itu kita berlima. Ex-MANGUM. Bukber yang menyenangkan. Sayang kalian tidak ada untuk membuatnya jadi lebih menyenangkan lagi.

Xoxo
Nadia ☺

Yook sung jae

Hoho, cakep juga ternyata si sung jae ini 😀. Gak nyangka bisa suka sama dia pada pandangan pertama *lebay*

Jumat, 12 Juni 2015

The Name is MAGNUM but now is NOTHING

Hello guys :)

Kalo baca judulnya sih pasti kepikiran aku bakal bahas rokok atau es mahal itu.Tapi eeiiittttssss! Kalian salah. Justru aku akan cerita tentang grup yang aku dan temantemanku buat ini. Awalnya hanya 4 orang saja didalam grup ini, yang kita namai dengan JoJoBah (baca: Jomblo-jomblo Bahagia). Pasti kalian sudah menebak siapa saja yang boleh masuk. YAPS! Para jomblo yang sudah lelah untuk berjuang meraih cintanya ataupun para jomblo yang masih asik sendiri. Awalnya begitu sampe pada akhirnya salah satu dari kami berempat berpacaran dan harus meninggalkan grup ini. Pada akhirnya jumlah kami bertambah menjadi 7 dan kami mengubah nama grup kami menjadi MAGNUM. Kelihatannya memang aneh.

Sebenarnya ada apa dengan MAGNUM ini? Apa aku sedang mempromosikan sebuah merk rokok. Jelas tidak. sama sekali tidak. Andai kalian tahu artinya kalian tidak akan menyangka bahwa artinya adalah itu. Jadi aku tidak akan memberitahumu.Walaupun sebenarnya aku sangat ingin memberitahu kalian.

Kalian pasti penasaran. Atau tidak sama sekali. Huft, aku tahu. Kalian tidak mengenalku apalagi teman-temanku. Sebenarnya awal-awal bersama mereka agak canggung. Merasa bahwa, aku bukan bagian mereka dan mereka pasti menganggap aku adalah bagian baru. Tapi itu semua bisa diatasi. sesering kita menghabiskan waktu bersama. Dan sesering itu juga kita bisa saling memahami satu sama lain. Itulah yang kupelajari.

Moment-moment terindah terekam dengan adanya magnum. Dan tanggal 27 Mei kita punya misi untuk membuat moment tetang kita yang tidak akan dilupakan. Kalian tahu tentang tanggal 27 Mei-kan? Aku akan membahasnya nanti. Tapi itu semua hanya mimpi kenangan manis dengan label 'bersama para member MAGNUM' itu hanya mimpi yang cukup panjang. Cukup panjang untuk memikirkan apa saja yang akan aku tulis disini. Tentang kenangan manis. Tentang sesuatu yang berhubungan dengan semua itu. dan tentang KAMI. Hanya kebahagiaan kecil yang diberikan oleh tuhan. Andai kalian tahu masalah yang kita hadapi.

Bukan. Bukan. Kami tidak memutuskan memisah setelah beberapa bulan membentuk ini. Dan juga bukan karena masalah kecil ataupun besar. Karena ini kami membuat tembok besar diantara teman yang lain. Semuanya terasa aneh ketika mereka membedakan kami. mereka memisahkan diri dari kami. Mereka menganggap kami tidak akan bergaul dengan orang-orang selain kelompok mereka. Tapi mereka salah dan jangan percaya dengan itu. Aku dan teman-teman yang lain tidak seperti itu. Hanya saja mungkin mereka merasakan ada tembok besar yang kami bangun tanpa disadari. Ketika aku tak punya seseorang dalam kelas yang masuk dalam kelompok-ku itu aku hanya diam karena aku seperti tidak mengenal mereka.

Itu salah. Aku hanya ingin berdiam diri dibangku-ku tanpa siapapun yang menggangguku. Atau hal-hal yang lain. Ah, aku seperti marah saja seperti mereka. Tapi sungguh.  Aku tidak marah sama sekali pada mereka. Sama sekali. Aku hanya merasa mereka benar. aku dan teman-temanku salah. Kami membentengi mereka dengan adanya ini.

Dengan berat hati kami menghapusnya. Kami membongkar benteng itu. Walaupun begitu, semua kenangan yang pernah kami lakukan tidak akan hilang sampai kapanpun. Sampai kapanpun. Sekarang kami punya sebuah kenangan dimana kami pernah dipesatukan oleh sebuah nama yang membuat kita selalu bersama dan membuat kenangan bersama. Tapi itu hanya sebentar karena Tuhan selalu ingin makhluknya selalu berbagi untuk sesama.

And now MAGNUM is NOTHING . but I'm for that :) 


Selasa, 14 April 2015

Bertemu Teman Lama

Hai kawan!!

Sudah lama banget gak cerita disini. Dan sekarang adalah bulan APRIL!!! emm, mengingat bulan april artinya mengingatkanku pada UTS dan study tour. 2 hal yang berkebalikan. UTS adalah hal yang paling tidak disenangi tapi study tour adalah hal yang paling disenangi. Karena study tour itu bersenang-senang. Siapa yang tidak suka coba?

Memikirkan study tour juga memikirkan nilai uts yang pastinya bakal keganggu banget sama bayang-bayang menyenangkan disana. Study tour kali ini anak-anak SMA-ku akan pergi ke BALI! Wih siapa yang gak mau coba?

Terlepas dari itu, kemarin tepatnya tanggal 12 april aku bertemu dengan teman lama. Atau lebih tepatnya reuni kali ya... Soalnya udah lama banget emm, berapa bulan gitu gak ketemu. Walaupun sering komunikasi sih lewat bbm atau sms. Tapi bisa dirasain banget kalo masing-masing dari kita terlhat canggung. Tenang semuanya bisa diatasi. Sebenarnya rencana awal kami akan kumpul berempat, tapisayang temanku yang satu lagi sedang berhalangan untuk datang. Jadilah kami bertiga. Selama 2 jam kami bertiga menghabiskan pesanan kami dengan bercanda-gurau sampai lupa waktu.

Ini dia fotoku bersama temanku :)

Rabu, 18 Maret 2015

Sesuatu yang Bernama Bosan

Beberapa hari ini entah kenapa aku merasa sangat bosan. Rasanya hari-hari ini ingin sekali dihabiskan diatas kasur. Mungkin menyenangkan. Mungkin. Atau tidak sama sekali.

Rasanya mata tuh berat banget buat terbuka lebar seperti biasa. Mungkin karena faktor libur terlalu lama. Faktor libur ini yang selalu membuatku bangun terlalu siang. Ah, bosan. Kadang ingin sekali bolos sekolah cuman untuk tidur seharian. Tapi sayangnya, itu hanya sebuah hayalan tak terkabulkan.

Mata ini terasa sangat berat untuk terbuka. Andai ada obatnya. Mungkin obatnya hanya ada 1. Yaitu istirahat. Tidur. Melepas lelah. Dan kawan-kawannya.

Semoga kalian mendapatkan istirahat yang cukup untuk tubuh yang sehat :) :))

Sabtu, 14 Maret 2015

Tempat Asing Bernama Belajar



                Suasana sekolah kali ini sangat sepi. Walaupun sekarang adalah jam istirahat untuk semua warga sekolah. Entah kenapa semuanya terlihat sangat sibuk didalam kelas. Aku duduk dibawah sinar matahari siang dipinggir lapangan. Kebiasaanku dengan tim basketku. Tapi saat ini hanya aku sendiri disini. Aku masih duduk memandangi koridor sekolah yang hanya ada 1, 2 siswa saja yang mondar-mandir. “aneh sekali” gumamku. Aku melirik jam tanganku yang terpasang dilengan kiri. Sekarang pukul 10.30, pantas saja sudah 10 menit yang lalu jam istirahat berakhir. Aku dengan malas bangkit dari duduk-ku. Tepat saat akan keluar dari lapangan seorang perempuan cantik berdiri tepat dihadapanku.

“kau, yang bernama Alvin?”suara lirih sedikit ragu untuk bertanya.

“ada apa?”tanyaku cuek berharap ini akan menyita waktu banyak dan aku tidak harus mengikuti pelajaran matematika.

                Tapi tak ada jawaban langsung dari perempuan dihadapanku. Perempuan itu terdiam cukup lama dihadapanku. Aku memperhatikan wajahnya. Sangat asing. Tapi hatiku bilang aku mengenalnya. Sangat mengenalnya. Pipinya tembem, tapi badannya tidak gendut. Hidungnya mancung dan kulitnya putih langsat. Yang paling kusuka adalah rambutnya yang natural. Hitam pekat. Mungkin dia menggunakan shampo urang aring untuk rambutnya. Aku menatap matanya, kulihat matanya memancarkan kerapuhan. Tapi dia berusaha untuk menutupi itu. Dia kembali menatapku dengan tegas walaupun sebenarnya aku bisa melihat kerapuhan yang terlihat.

“kamu dipanggil kepala sekolah. Katanya ada yang mau diomongin”katanya. “aku cari kamu kesetiap sudut sekolah dari tadi ternyata kamu disini”lanjutnya.

“memangnya ada apa kepala sekolah memanggilku?”tanyaku bingung.

Dia mengangkat bahunya dengan lembut, “aku tidak tahu. Lebih baik kamu kesana saja, supaya tugasku mencarimu selesai”katanya dengan nada kesal.

                Aku mengiyakannya dengan anggukan. Caranya menyuruhku sedikit memaksa. Tapi aku masih penasaran dengannya. Aku berjalan santai menuju ruang kepala sekolah. Perempuan itu masih mengikutiku sampai didepan ruang kepala sekolah. Katanya dia sudah lelah mencariku? Lalu kenapa dia masih mengikutiku? Aku berbalik, dia terkejut dengan gerakan sepontanku.

“kenapa kamu masih ngikutin aku keruang kepala sekolah? Padahal kamu bilang kamu....”

“ternyata kalian sudah disini. Ayo masuk, saya sudah menunggu kalian berdua”

                Apa? Kalian berdua? Aku dan dia? Dengan perempuan ini? Kamipun langsung masuk begitu dipersilahkan. Aku menghentikan kata-kataku tadi. Kurasa aku tidak perlu melanjutkannya, aku sudah tahu alasannya.  Aku berdiri didepan meja kerja kepala sekolah dan sudah tentu disebelahku adalah perempuan tadi yang tak kutahu namanya. Aneh aku tidak mengenali namanya tapi sepertinya wajahnya tak asing diotakku. Otak payah ini bisa saja mengingat. Wajahnya manis seperti coklat. Tatapannya terus tertuju pada kepala sekolah. Aku mengikuti tatapan matanya.

“Alvin! Kamu tahu kenapa saya memanggilmu?” pertanyaan bodoh, mana bisa aku membaca pikirannya?

                Aneh. Akhir-akhir ini banyak sekali pertanyaan yang membuatku terlihat benar-benar seperti orang bodoh. Ah! Menyebalkan kenapa harus bertanya padaku yang sama sekali tidak tahu apa-apa.

“kalian berdua, Alvin dan Anna. Kalian ini seperti uang logam”katanya mengambil selembar kertas didalam stopmap.

                Aku melirik perempuan disampingku. Sekarang aku tahu namanya, Anna. Tunggu! Sepertinya aku mengenalnya. Atau tidak sama sekali.

“Alvin, kau rangking terakhir dan Anna, rangking pertama. Apa bisa Anna ini membawamu kearah lebih baik?” nadanya sedikit frustasi.

“tapi kuharap ada perubahan setelah kubentuk kelompok belajar”

“kalau bapak tidak yakin, lebih baik tidak usah. Nanti yang ada saya mengecewakan bapak”kataku.

“ya, saya memang tidak yakin. Tapi saya tahu akan ada perubahan jika ada kemauan, Anna akan membantu menuntunmu kejalan yang lebih baik dimasa depan” ah, kata-katanya terlalu tinggi untuk kucerna.

“bapak tidak salah memilih saya? Banyak siswa disini yang mungkin nilainya lebih buruk dari saya”protesku

“baiklah, saya akan memberi soal setiap minggunya. Jadi, belajarlah yang giat”dia tak memerdulikan kata-kataku tadi

“pak, kalo dia”aku menunjuk Anna yang masih memerhatikan kepala sekolah. “belajar dan bapak beri soal tidak masalah, dia siswa nomor satu disini. Nah kalo saya?”

“maka dari itu, saya membentuk kelompok belajar ini. Baiklah, sepertinya cukup kalian boleh kembali kekelas”

Aku mendengus kesal. Bagaimana bisa aku masuk dikelompok belajar bersama siswi terpintar disekolah. Pasti sangat membosankan. Dan pasti tidak akan ada waktu untuk bermain basket bersama teman-teman timku. Apa ini adalah akhir dari semua yang kulakukan selama ini? Ah! Aku mendengus kembali. Nilai yang baik sama dengan tidak mungkin dalam kamusku. Dan dalam kamusku nilai terbaikku adalah 5. Itu adalah topscore ku disemua mata pelajaran.

“baik, Pak. Kami akan berusaha semaksimal mungkin”kalimat itu muncul dari mulut Anna. Suaranya lembut dan aku benar-benar suka. Hey!

“hey! Kau tidak tahu top scoreku beberapa hari terakhirkan? Jadi....”

“Diskusi kelompok belajar kalian dimulai siang ini”kata Kepala sekolah dengan nada sedikit puas

                Aku mengela nafas. Kesal. Pasti. Ini bukan yang kuinginkan. Aku tidak mungkin bisa mendapatkan nilai bagus. Bagaimana bisa aku mendapatkan nilai lebih dari lima? Ah! Perempuan manis seperti coklat ini membawaku ketempat asing bernama Belajar. Aku tidak menyukainya. Sangat tidak menyukainya. Menyebalkan!

Dia bukan Aku



“Aku akan melakukannya!”katanya penuh semangat.

                Aku hanya meresponnya dengan mengangkat bahu. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya? Dan untuk siapa dia melakukannya? Ah! Aku dan Diyan sudah 10 menit yang lalu berada di kantin. Sekarang adalah jam kosong dikelas ku. Dan kami berdua sangat bosan berkutat dengan hitungan x+y . sudah sangat lama aku berteman dengan Diyan. Dan saking lamanya muncul sesuatu yang bergejolak dihatiku. Mungkin hanya aku yang merasakannya. Dan aku berusaha untuk bersikap se-biasa mungkin didepannya.

                Aku mendongak. Dia menatapku tajam, seakan ingin meminta respon yang lebih dariku.
“Apa?”tanyaku.

“Kamu gak penasaran apa yang akan aku lakukan?”katanya sedikit kesal.

“Bukannya setiap aku tanya begitu kamu selalu jawab dengan kalimat yang sama ‘tunggu aja hasilnya, ntar juga bakal tahu sendiri’ gitukan?”kataku cuek.

                Dia menyengir kuda. Aku hanya diam, kembali menikmati bakso yang telah Diyan pesan untukku. Dari sebrang sana, 2 cewe cantik yang kukenal datang. Aku tidak memerdulikan kedatangannya. Dia siswi terpintar disekolah ini. Aku kembali fokus dengan mangkuk baksoku ketika aku memergoki Diyan menatap Tasya salah satu cewe cantik itu. Dan tanpa sengaja tatapan mereka bertemu. Keduanya pun mengulas senyum. Aku merasa ada yang aneh dengan mereka berdua. Tidak seperti biasanya Diyan seperti ini.

Keesokan harinya

“Hey! Gimana sama misimu?”tanyaku saat sedang santai dikelas.

“Kamu pasti gak nyangka sama hasilnya. Dan kayaknya kita bakal jarang main deh”katanya dengan penuh semangat.

                Tunggu! Apa katanya? ‘jarang main’? Apa maksudnya? Sebenarnya apa misinya itu? Tiba-tiba saja aku merasa penasaran dengan misinya itu. tidak seperti biasanya. Aku sangat penasaran. Iya, sangat penasaran. Aku punya perasaan tidak enak dengan misinya kali ini. Jantungku berdebar kencang tak beraturan. Sungguh aku tidak bisa mengaturnya. 

                Aku menarik nafas. Berharap bisa lebih tenang. 

“Sebenarnya apa yang kau lakukan? Dan bagaimana dengan hasilnya? Aku penasaran” Sangat penasaran. Cepat katakan padaku.

“Kemarin aku menyatakan cinta pada Tasya, dan aku tidak menyangka dia menerimaku”Jawabnya masih dengan semangat yang menggebu.

                Deg! Apa katanya? Tasya? Jadi, dia menyatakan cinta pada Tasya? Bagaimana bisa aku tidak apa-apa tentang perasaannya? Kitakan teman. Aku menarik nafas lagi. Dadaku sesak. Sangat sesak.

“wow, ternyata temanku hebat juga bisa dapet cewe cantik sekolah. Selamat ya” kataku merangkulnya yang disambut senyum gembira dari Diyan.

                Sudah kubilang aku berusaha untuk melakukan semuanya se-biasa mungkin. Walau itu terasa sangat sakit. Bagaimana lagi aku menyayanginya. Semuanya bisa dilakukan asal orang yang kita sayangi juga bahagia kan? 

Rabu, 04 Februari 2015

TEMAN

Hi guys, I'm back!
gak tahu kenapa akhir-akhir ini jadi tergila-gila pengen banget nulis diblog. Walaupun banyak banget media tulis yang sudah disiapkan untuk mencoret-coret. Terutama buku Diary. OH MY GOD! Pasti kalian kaget. Gak nyangka udah segede ini masih punya buku diary dan kelihatan masih kayak anak kecil banget. padahal kata aku dan diriku sendiri buku diary itu bener-bener bagus buat kita. Semua yang kita rasain bisa langsung kita tulis disana. Gak perlu kita pendem atau apapun itu. Oke balik lagi ke tema yang aku bakal bahas kali ini. TEMAN. FRIEND. Apa sih yang ada diotak kalian ketika kata itu terucap?

Apa hanya sebuah pengertian seorang teman yang selalu bersama kita. Yang selalu bisa membuat kita senang disaat kita sedih. Tapi sebenarnya dalam pertemanan itu harus ada yang namanya saling berbagi dan saling menghargai. aku mendapat kata itu dari temanku. Bukan dia yang mengucapkan kata itu, melainkan aku melihatnya sendiri. Aku tidak masuk dalam satu grupnya, tapi aku merasakan ada atmosfer berbeda diantara mereka.

Kebersamaan antara mereka begitu terasa. Keterbukaannya pun terasa. TEMAN, bukan kata yang sulit diucapkan tapi TEMAN sangat sulit memaknainya. Jujur saja, aku baru tahu arti berbagi yang sebenarnya. Baru tahu arti keterbukaan dan baru tahu arti saling menghargai diantara teman. Mereka mengajarkanku tentang sebuah arti persahabatan. Aku memang tidak berikrar untuk sebuah persahabatan, tapi menurutku memiliki teman yang saling mengerti lebih terasa indah. menurutku perkataan ini benar, 'mencari teman lebih sulit dibandingkan mencari musuh' it's right guys! perlu aku simpulkan sebuah pertemanan sangat penting. Tapi kadang banyak orang yang tak terlalu memikirkan arti pertemanan. Ada juga, mungkin pertemanan mereka dikarenakan adanya harta dari teman tersebut.

Ah! terlalu meremehkan arti pertemanan. Jujur saja aku sangat berterimakasih pada Tuhan yang telah memberikanku teman seperti mereka. Maaf banget foto teman-temanku belum bisa aku posting karena jaringannya benar-benar lemot. kapan-kapan aku posting foto mereka bersama kekonyolannya :) I Love all of Them  :)