Senin, 16 Juni 2014

my beloved bunny

Pada tanggal 13 juni 2014, aku kehilangan kelinci kesayanganku. Dia yang aku sayangi, dia yang seperti temanku sendiri pergi meninggalkanku. Saat itu jum'at pagi, aku berniat untuk memberikan pakan pada kedua kelinciku, aku merasakan keganjalan karena dari dua kelinciku hanya milik kakakku saja yang keluar dari rumah kelinci. Aku masuk kekandang mencoba mencari yang satu lagi. Tapi sayang, aku menemukan kelinci kesayanganku sudah terbujur kaku dikandangnya. Aku segera memanggil ibuku, bukan berarti aku takut menariknya keluar dari kandang tapi karena aku tidak kuat melihat dia terbujur kaku karena kebodohanku. Aku berusaha tak menangis dirumah, bukannya aku menangis dirumah malah aku menangis disekolah yang membuat teman-temanku khawatir. Mereka mengira aku patah hati atau semacamnya, teman-temanku berusaha menanyakan kenapa aku seperti ini? Tapi aku tak menggubris mereka. Lebih baik aku diam, terasa aneh mungkin ditelinga mereka jika aku menangis karena kelinciku meninggal. sangat aneh. Saat disekolah entah kenapa semua memoriku dengan kelinciku itu terulang dengan cepat bahkan mungkin aku bisa mengulangnya jika aku mau. Saat kedatangannya dirumahku, saat mereka mulai akrab denganku dan saat aku mengajak kelinci kesayanganku keluar rumah hanya segedar membuatnya menghirup udara pagi dan meenggangkan otot-ototnya.dan saat malamnya saat aku sedang membuka word tentang semua penyakit kelinci aku baru tahu kalau kelinciku mengidap penyakit radang paru. Ciri-cirinya sangat sama, yaitu susah bernafas biasanya kepala keatas, tidak nafsu makan, batuk-batuk. Aku merasa tidak ingin hal itu terjadi pada kelinciku yang terakhir. Aku mulai menyayanginya seperti aku menyayangi kelinciku yang sudah disisi tuhan. Dan sekarang aku hanya tinggal mencari pengganti kelinciku yang mati agar bisa menambah keturunan dan bertambah ramelah kandang kelinciku nanti. Nah ini cerita tentang kelinciku, tunggu ceritaku yang lain ya :)

1 komentar: