“Aku akan melakukannya!”katanya penuh semangat.
Aku
hanya meresponnya dengan mengangkat bahu. Aku tidak tahu apa yang akan
dilakukannya? Dan untuk siapa dia melakukannya? Ah! Aku dan Diyan sudah 10
menit yang lalu berada di kantin. Sekarang adalah jam kosong dikelas ku. Dan
kami berdua sangat bosan berkutat dengan hitungan x+y . sudah sangat lama aku
berteman dengan Diyan. Dan saking lamanya muncul sesuatu yang bergejolak
dihatiku. Mungkin hanya aku yang merasakannya. Dan aku berusaha untuk bersikap
se-biasa mungkin didepannya.
Aku
mendongak. Dia menatapku tajam, seakan ingin meminta respon yang lebih dariku.
“Apa?”tanyaku.
“Kamu gak penasaran apa yang akan aku lakukan?”katanya
sedikit kesal.
“Bukannya setiap aku tanya begitu kamu selalu jawab dengan kalimat
yang sama ‘tunggu aja hasilnya, ntar juga bakal tahu sendiri’ gitukan?”kataku
cuek.
Dia
menyengir kuda. Aku hanya diam, kembali menikmati bakso yang telah Diyan pesan
untukku. Dari sebrang sana, 2 cewe cantik yang kukenal datang. Aku tidak
memerdulikan kedatangannya. Dia siswi terpintar disekolah ini. Aku kembali
fokus dengan mangkuk baksoku ketika aku memergoki Diyan menatap Tasya salah
satu cewe cantik itu. Dan tanpa sengaja tatapan mereka bertemu. Keduanya pun
mengulas senyum. Aku merasa ada yang aneh dengan mereka berdua. Tidak seperti
biasanya Diyan seperti ini.
Keesokan harinya
“Hey! Gimana sama misimu?”tanyaku saat sedang santai
dikelas.
“Kamu pasti gak nyangka sama hasilnya. Dan kayaknya kita
bakal jarang main deh”katanya dengan penuh semangat.
Tunggu!
Apa katanya? ‘jarang main’? Apa maksudnya? Sebenarnya apa misinya itu? Tiba-tiba saja aku merasa penasaran dengan misinya itu. tidak seperti biasanya.
Aku sangat penasaran. Iya, sangat penasaran. Aku punya perasaan tidak enak
dengan misinya kali ini. Jantungku berdebar kencang tak beraturan. Sungguh aku
tidak bisa mengaturnya.
Aku
menarik nafas. Berharap bisa lebih tenang.
“Sebenarnya apa yang kau lakukan? Dan bagaimana dengan
hasilnya? Aku penasaran” Sangat penasaran. Cepat katakan padaku.
“Kemarin aku menyatakan cinta pada Tasya, dan aku tidak menyangka dia
menerimaku”Jawabnya masih dengan semangat yang menggebu.
Deg!
Apa katanya? Tasya? Jadi, dia menyatakan cinta pada Tasya? Bagaimana bisa aku tidak apa-apa
tentang perasaannya? Kitakan teman. Aku menarik nafas lagi. Dadaku sesak. Sangat sesak.
“wow, ternyata temanku hebat juga bisa dapet cewe cantik
sekolah. Selamat ya”
kataku merangkulnya yang disambut senyum gembira dari Diyan.
Sudah
kubilang aku berusaha untuk melakukan semuanya se-biasa mungkin. Walau itu
terasa sangat sakit. Bagaimana lagi aku menyayanginya. Semuanya bisa dilakukan
asal orang yang kita sayangi juga bahagia kan?
Flashfiction ini dibuat untuk disertakan di
#QuizDy https://www.facebook.com/notes/dy-lunaly/quizdy-are-you-stalker-or-php-er/433948023439769
Tidak ada komentar:
Posting Komentar